Senin, 30 November 2015

Ingin Menikah??


I.     Pernikahan

              Jika kita berbicara tentang pernikahan, pastinya bagi kita yang belum mempunyai pasangan, mempunyai keinginan untuk segera melangsungkan pernikahan. Pernikahan yang membawa kita kebahagiaan dunia dan akhirat, pernikahan yang sakinah, mawadah,warahma. “Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan mereka taat kepada Allah dan rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. At Taubah (9) : 71)
              Pernikahan tidak hanya diwajibkan dalam agama bagi yang sudah siap lahir dan bathin, tetapi juga sebagai tempat penyaluran kebutuhan biologis sehingga  kita dapat terhindar dari perbuatan zina, sebagaimana sudah diatur didalam Al-Quran  “Janganlah kalian mendekati zina, karena zina itu perbuatan keji dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al-Isra (3) : 2)
              Kadang kala kita salah menafsirkan arti dan tujuan dari pernikahan itu sendiri. Banyak dari kita apabila ditanya kapan menikah, pasti menjawab belum siap uangnya lah atau apapun itu, padahal pernikahan itu tidaklah harus mengeluarkan uang yang begitu banyak, seperti yang sudah diterangkan dalam Al-Quran “Dan nikahkanlah orang-orang yang layak (menikah) dari hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan mengkayakan mereka dengan karunai-Nya. Dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) dan Maha Mengetahui.” (QS. An-Nur (24) : 32)
              Atau memiliki rasa takut akan pendamping hidup yang tidak sesuai dengan  kriteria kita inginkan. Padahal Allah berfirman “Dan segala sesuatu kami jadikan berpasang-pasangan, supaya kamu mengingat kebesaran Allah.” (QS. Adz-Dzariyaat (51) : 49) dan dijelaskan dalam surat yang lain  “Wahai manusia, bertaqwalah kamu sekalian kepada Tuhanmu yang telah menjadikan kamu satu diri, lalu ia jadikan daripadanya jodohnya, kemudian Dia kembangbiakkan menjadi laki-laki dan perempuan yang banyak sekali.” (QS. An Nisaa (4) :1)
a.   Arti Pernikahan
    Pernikahan atau nikah menurut KBBI adalah ikatan perkawinan yang dilakukan sesuai dengan ketentuan hukum dan ajaran agama. Menurut mahzab syafi’i nikah adalah akad yang mengandung ketentuan hukum kebolehan watha’, dengan lafadz nikah atau tazwij atau yang semakna dengan keduanya.
    Pernikahan tidak hanya menggabungkan dua individu yang berbeda, dari segi jenis kelamin, dan karakter atau sifat,  tetapi juga menggabungkan dua keluarga yang berbeda adat dan kebudayaannya.  
b.      Tujuan Pernikahan
    Tujuan pernikahan adalah membawa kita kebahagiaan dunia dan akhirat, pernikahan yang sakinah, mawadah,warahma. Menghindari dari dari perbuatan zina,  Sesuai dengan firman Allah SWT dalam QS. Ar-Ruum ayat 21 yang artinya berbunyi “Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.”

c.       Hukum Menikah
    Dalam islam hukum menikah itu Sunnah. Tetapi hukum menikah menjadi wajib, jika seorang muslim sudah siap dari segi mental dan finansial maka ia diwajibkan untuk segera menikah untuk menghindari zina. Dan menjadi haram, jika menikah dengan niat untuk berbuat jahat kepada istrinya.
   


  
             
             






Minggu, 22 November 2015

Lelah

Lelah
rasa dimana saat tubuh ingin beristirahat
dari penatnya aktivitas yang berlebih bahkan perasaan
seperti itulah yang kini aku rasakan
Lelah
dari semua aktivitas dan perasaan,
sampai rasanya menyesakkan jiwa
ingin ku berteriak
inginku berhenti sejenak
inginku mengakhiri semua
tapi entah mengapa aku tak sanggup untuk berhenti dan mengakhirinya
karena itu bukan kuasaku
Lelah
lelah karena memakai topeng ini
topeng yang menyembunyikan semua rasaku
topeng yang dibalik senyuman ada tangis
topeng yang dibalik tawa ada duka
Ya Allah maafkan hamba yang selalu mengeluh
dan tidak mensyukuri nikmat yang Engkau berikan

Jumat, 20 November 2015

Outline
I. AWAL MULA
a. Jatuh cinta pada pandangan pertama
b. Perjodohan
c. Pernikahan
II. KONFLIK
a. Inikah rasanya cinta
b. Orang-orang dari masa lalu
c. Hamil?
III. AKHIR
a. Haruskah kembali
b. Kembali bersama
c. Akhir yg bahagia

Sabtu, 14 November 2015

Kenapa saya harus menulis??



AWAL DARI SEBUAH IMPIAN

Penulis adalah sebutan bagi orang atau yang melakukan pekerjaan menulis, atau menciptakan suatu karya tulis. Menulis adalah kegiatan mengungkapkan ide, pikiran, perasaan atau menciptakan suatu karangan dalam bentuk tulisan. Tak pernah terlintas sedikitpun dipikiran saya untuk menjadi seorang penulis. Bahkan menghasilkan karya ataupun karya best seller yang diminati oleh pembaca pun tak pernah terlintas. Tapi bolehkah saya mempunyai impian seperti mereka?

Namun timbul sebuah pertanyaan yang begitu menyentil hati saya, kenapa saya harus menulis? Pertanyaan sederhana yang sulit untuk saya jawab. Karena tak pernah terlintas sedikitpun untuk apa saya menulis.

Saat di SMA saya begitu iri dengan teman yang suka membuat dan pintar mengarang cerita atau puisi. Saya pun mencoba untuk menulis membuat cerpen, namun nihil ide yang sudah terlintas diotak tiba-tiba menghilang, membuat saya tidak lagi semangat untuk menulis.

Tiba-tiba kecintaan terhadap buku pun kembali muncul, karena saya sangat suka membaca, salah satunya membaca novel. Semakin lama, kumpulan novel saya pun bertambah. Setelah bertemu dengan para penulis didunia maya dan walaupun bertemu secara tidak langsung. Muncul keinginan kuat untuk menjadi seperti mereka, yang sudah menghasilkan karya-karya, yang diminati para pembaca, yang membuat pembaca termotivasi dan memberikan inspirasi, dan dapat memberikan banyak manfaat bagi pembaca ataupun orang lain

Lagi dan lagi masalah yang sama muncul, tidak tahu atau bingung untuk memulai awal cerita, Dan akhirnya hanya kertas kosong yang dihasilkan. Kesal pada diri sendiri yang tak bisa merangkai kata menjadi kalimat dan cerita.

Ada teman penulis mengatakan, menulislah karena kamu ingin, jangan pikirkan hasilnya akhirnya tapi nikmati segala prosesnya yang menakjubkan. Kata-kata motivasi yang membuat semangat saya kembali mencoba untuk menulis. Mencoba bergabung dengan grup-grup kepenulisan didunia maya, untuk sekedar berbagi ilmu tentang kepenulisan.

Disaat itulah saya tahu ternyata mereka para penulis pun pernah mengalami seperti saya, yang tiba-tiba hilang mood untuk menulis. Tetapi mereka kembali lagi meniatkan diri sendiri untuk menulis.

Ketika orang-orang disekitar saya menertawakan dan meremehkan impian saya, saat itulah saya bertekad untuk membuktikan kepada mereka kalau saya pasti bisa menghasilkan suatu karya.

Kembali pertanyaan itu muncul, kenapa saya harus menulis? Dan kali ini saya menjawab saya ingin menjadi penulis seperti mereka yang sudah menghasilkan suatu karya yang bermanfaat, memberikan motivasi dan inspirasi untuk orang – orang disekitar saya ataupun semua orang.

Dan saya kembali untuk meniatkan diri saya sendiri, dengan mengikhlaskan dan mengizinkan diri saya untuk menjadi seorang penulis, dengan menghasilkan karya-karya dapat bermanfaat untuk orang banyak. Bukan hanya untuk menjadi terkenal maupun mendapatkan imbalan tetapi juga untuk beridabah kepada-Nya. Jadi menulis bukan hanya sekedar bakat tapi harus disertai niat yang ikhlas. Kita semua pun bisa menjadi penulis yang bukan hanya sekedar penulis.